Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, tidak semua rumah dinas yang telah ditertibkan dapat langsung dihuni prajurit aktif.
"Kondisinya ada yang tidak layak huni dan membutuhkan waktu lagi untuk diperbaiki," kata Sagom seusai serah terima Komandan Sekolah Komando TNI dari Marsekal Muda Edy Harjoko kepada Laksamana Madya Moeklas Sidik, di Sesko TNI, Jalan Martanegara, Bandung, Rabu (3/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TNI belum menghitung berapa duit yang diperlukan guna perbaikan rumah dinas yang tidak layak.
Disinggung mengenai pembentukan rapat kerja antara Komisi I DPR RI dan TNI yang membicarakan penertiban aset negara, Sagom berharap komisi menjadi jembatan komunikasi dengan eksekutif. "Sehingga pemenuhan perbaikan dan keinginan purnawirawan dapat terpenuhi," harap Sagom.
Selain itu, ia berharap pembicaraan tidak hanya sebatas penghentian penertiban yang dilakukan tentara. "Kalau hanya sampai berhenti di situ untuk apa, itu sama saja menyuruh kita tidak taat aturan. Karena kita melakukan penertiban aset negara," tegas Sagom.
Ia mempersilakan siapa pun yang merasa keberatan dengan proses penertiban dan ingin menyelesaikan melalui jalur hukum. "Bukan siap lagi, karena selama ini kita memang siap. Penyelesaian jalur hukum tidak apa-apa yang penting semua puas," katanya.
(ahy/anw)










































