Banjir Sumsel Renggut Korban Jiwa

Banjir Sumsel Renggut Korban Jiwa

- detikNews
Rabu, 03 Mar 2010 16:14 WIB
Palembang - Banjir yang melanda Palembang akhirnya menelan korban. Reihan Triono Romadon (3,5) tewas tenggelam di dalam air yang tergenang di sekitar rumahnya. Diduga dia terpleset dari rumahnya.

Memang, selama beberapa hari ini, rumah orang tuanya di Jalan Putri Dayang Rindu RT.09. RW.02, Kelurahan Kramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, terendam banjir sekitar 80 centimeter.

Korban dikabarkan hilang sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (02/03/2010) dan baru ditemukan sekitar pukul 12.30. Saat ditemukan warga Reihan sudah tak bernyawa di dekat rumahnya. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di pemakaman Naga Swidak Plaju, Rabu (03/03/2010) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi Utomo, ayah Reihan, kepada pers mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bekerja di bangunan daerah Sekip. Sementara istrinya sudah lama jadi TKW di Singapura. Reihan anaknya biasa tinggal bersama bibi, saudara kandung Budi. Saat menerima kabar, Reihan sudah meninggal dunia.

Sementara Siti Maryam, bibi korban, menjelaskan Reihan masih bersamanya di rumah sekitar pukul 10.00. Namun karena dia sibuk memasak, tanpa disadari korban sudah tidak ada lagi didekatnya. Dia menduga Reihan ikut kakaknya Ronaldo, mancing. Tapi, dia berupaya mencarinya di sekitar rumah tetangga tempat Reihan biasa bermain, namun tidak ditemukan.

Siti mulai gelisah. Dia meminta tolong warga buat mencarinya, apalagi Reihan diketahui tidak bersama Ronaldo. Warga menyisiri sungai kecil di sepanjang kawasan kampung itu. Dan salah satu warga melihat kaki si kecil mengapung sekitar dua meter dari belakang rumah orangtuanya.

Mengapa Reihan sampai tenggelam? Menurut Ujang Sopyan, Ketua RW.02, ada dugaan Reihan tenggelam karena ingin mencuci tangan di teras rumahnya. Sebab sebelumnya, ada informasi Reihan sempat membeli sosis instant di warung tetangga yang terletak sekitar 15 meter dari rumahnya. Diduga hendak mencuci tangan karena habis makan sosis, korban terpeleset dan tenggelam di air yang memang sudah tiga minggu merendam rumahnya.

Tiga Sekolah Libur


Sementara itu dalam sepekan terakhir, 7 RT di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang terisolir. Jalan sepanjang empat kilometer terendam air setinggi 50 cm. Akibatnya tiga sekolah dasar (SD) 173, 173, dan 174. terpaksa diliburkan hingga genangan air surut.

Di kawasan itu ada 617 Kepala Keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau pergi ke pusat kota, warga yang biasanya melalui jalan darat, terpaksa menggunakan transportasi air. Guna mengurangi beban warga pemerintah Palembang membantu beras dan mie instant.

(tw/djo)


Berita Terkait