"Sikap FPKB terhadap kasus Bank Century bukan hanya didukung oleh data dan fakta-fakta obyektif yang ada. Lebih dari itu, merupakan usaha untuk senantiasa bersikap proporsional dan adil sebagaimana ajaran agama Islam," kata Hanif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Menurut Hanif, boleh saja partai tidak suka pada seseorang tapi dalam hidup haruslah tetap berlaku adil. Selain itu, sebagai partai yang mewarisi pemikiran dan politik NU, PKB juga berpatokan pada kaidah mencegah kerusakan ketimbang mengambil kemaslahatan.
"Dalam konteks FPJP dan bailout, kami memandang bahwa mencegah kerusakan perbankan dan keuangan nasional yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi harus didahulukan ketimbang mengambil inisiatif untuk kemaslahatan," papar politisi kelahiran Semarang, 6 Juni 1972, ini.
Oleh karena itulah FPKB menerima dan memahami kebijakan FPJP dan bailout, dengan tetap mengkritisi kekurangan maupun pelanggaran yang ada pada tingkat pelaksanaannya. "Dari awal PKB memang bersikap konsisten dan istiqomah. PKB memang setia membela yang benar, loyal demi bangsa," tegasnya.
Saat ditanya apa sikap fraksinya jika dilakukan voting terbuka untuk memilih opsi A atau C, Hanif dengan tegas menjawab akan memilih opsi A. "FPKB sikapnya tegas dan konsisten sejak awal. Meski tadi tidak menyebut nama, kami akan memilih opsi A jika nanti harus voting. Tapi kami akan mengusahakan musyawarah mufakat dulu," ungkapnya.
(yid/nrl)











































