Untung saja, aksi pasukan yang mengenakan baju loreng dan baret merah itu dapat diantisipasi oleh petugas polisi yang berjaga di sekitar lokasi.
Pantauan detikcom, Rabu (3/3/2010) pukul 11.40 WIB, mobil jenis Daihatsu Classy B 1950 LD itu memang berstiker 'Posko Tolak SBY' di kaca bagian belakang. Tulisan inilah yang memicu 'pasukan loreng' SBY ingin menghancurkan mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kejadian itu, Sri Bintang yang tidak bergabung dengan massa manapun diminta untuk memindahkan mobilnya. Sri Bintang yang mengaku hanya ingin menonton demo pun sempat berdebat dengan polisi.
"Sebaiknnya mobil dipinggirkan," kata polisi kepada Sri Bintang.
"Saya melihat tidak ada larangan bagi warga negara untuk parkir. Saya tidak mau memindahkan parkir," jawab Sri Bintang.
Namun setelah melihat ada mobil derek yang ingin memindahpaksakan mobilnya, Sri Bintang menyerah juga."Sudahlah saya pindahin saja. Daripada diderek. Polisi nggak bener," kata aktivis yang pernah ditahan Soeharto ini. (lrn/iy)











































