Pesan itu disampaikan Kapolri dalam sambutan acara sertijab Kadiv Propam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010).
"Pegang teguh komitmen, jangan ada satu pun yang berkhianat kepada organisasi. Lebih baik pagi-pagi menghadap untuk berhenti dari Kepolisian baik anggota maupun ibu-ibu Bhayangkari," kata Kapolri.
Kapolri juga berpesan agar ada perubahan mindset di jajaran Polri. Ada upaya trust building melalui terobosan.
Menurut dia, perlu adanya manajemen yang memahami masyarakat yang menginginkan Polri berubah. Contohnya, dalam penyelidikan perkara atau rekayasa. "Harus ada konsep pengawasan dan semua ikut berperan agar meminimalisir," ujar Kapolri.
Usai acara, wartawan bertanya pada Kapolri, apakah pengkhianat yang dia maksud terkait dengan Komjen Susno Duadji. Kapolriย spontan menyangkalnya. "Oh nggak. Itu membuat organisasi agar lebih solid," kilah Kapolri.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan pernyataan Kapolri soal pengkhianat dimaksudkan sebagai peringatan. Edward mencontohkan pengkhianatan itu seperti tidak melaksanakan perintah.
"Artinya kita ingin mewarning terus, mencegah supaya jangan ada (penghianat). Mencegah berarti belum. Namanya manusia kan perlu diingatkan," elak Edward.
(aan/nrl)











































