"Pukul 13.05 WIB telah tiba massa Dewan Revolusi Indonesia dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Marhains Bersatu, GPI, HMI, MPO, KAMRED, GPK, STIKMA, LEPAS, PPMI dan Barisan Kebangsaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar melalui pesan singkat pada detikcom, Selasa (2/3/2010).
Boy menjelaskan, massa yang berjumlah 300 orang dari KAMRED dan LEPAS, memancing petugas dengan melempari kayu , batu dan botol minuman ke dalam gedung DPR. Massa kemudian mengikat tali tambang ke pagar kiri pintu DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas yang berada di kawasan ring 1 DPR, lanjutnya, tambang tersebut diputus. Tidak puas, massa kemudian mengikatkan tali tersebut ke barier (kawat besi) dan mengikatkannya ke mobil milik Eggy Sujana. Mobil tersebut lalu menyeret barier tersebut dan diikatkan ke pagar pembatas tol dan Jl Gatot Subroto.
"Kemudian oleh 4 anggota Lantas, tali tersebut di putus dan mobil tersebut melarikan diri," imbuhnya.
Untuk menghalau aksi anarkis massa, polisi kemudian menyemprotkan water cannon ke arah para pengunjuk rasa. Dari kejadian tersebut, polisi kemudian mengamankan 2 pengunjuk rasa.
"Atas nama Zulfikar, mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) dan Abdurahman dari BENDERA," paparnya.
Kedua aktivis tersebut kemudian dibawa ke Mabes polri untuk diperiksa. Sementara itu, mobil Eggy yang seorang pengacara itu juga turut dibawa ke Mabes Polri.
"Mobil Land Cruiser B 99 ES, milik Egy Sujana diamankan," tandasnya.
(mei/irw)











































