Dari 23 korban, sebanyak 2 orang warga Kabupaten Klungkung tewas, yaitu Komang Budiarta (19) dan Ketut Sugianyar (42). Sedangkan, empat korban lainnya telah dipulangkan.
Namun, korban arak oplosan kembali memenuhi RSUP Sanglah, Denpasar. Sebanyak 17 orang dilarikan ke rumah sakit terbesar di Bali ini pada Selasa (2/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pemeriksaan, korban meminum arak yang mengandung methanol," ujar Wirasandi.
Dari 17 korban yang dirujuk ke RSUP Sanglah, hingga sore hari sebanyak 10 korban tetap dirawat karena menderita keracunan cukup parah. Para korban di antaranya, Ari Sugiantara (23), Gede Juliantara (24), Komang Wilantara (34), Alit Suryadarma (26), dan Wira Hartawan (19).
10 korban telah menjalani pemeriksaan, seperti cek darah dan tes urine. Sedangkan tujuh korban lainnya telah dipulangkan setelah kondisinya berangsur membaik.
Diketahui, pada 2009 terjadi kasus serupa. sebanyak 26 orang tewas setelah menegak arak yang mengandung methanol. Polisi menangkap dua orang, yaitu Made Rai Suweca sebagai pemilik pabrik arak dan I Putu Suastama (karyawan).
(gds/irw)











































