"Harusnya bisa dicegah sedini mungkin jika intelijen Polri bisa bekerja maksimal," jelas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (02/03/2010).
Menurut Neta, sejak awal gejala akan terjadi bentrokan sudah terlihat. Namun upaya mengantisipasi massa tidak terlalu kentara.
Neta mengatakan, tugas pengamanan dan menjaga ketertiban masyarakat ada di pundak Polri. Untuk itu Polri dituntut jeli dalam mengamati perkembangan
aksi-aksi demo yang belakangan marak. Jangan sampai aksi-aksi tersebut
mengganggu masyarakat lainnya.
"Kalau aktivitas masyarakat akhirnya terganggu akibat aksi demo yang anarkis itu, maka yang pertama bertanggungjawab adalah Polri," tandas Neta.
(rdf/fay)










































