"Saya kira kericuhan ini karena beliau (Marzuki) kurang memahami soal teknis persidangan. Pimpinan DPR itu politis, dia harus lentur. Meskipun saya tahu, beliau memikul beban berat, ada pesan dari Demokrat mungkin," kata mantan sekretaris FPPP Lukman Hakiem kepada detikcom, Selasa (2/3/2010).
Menurut Lukman, seharusnya pimpinan DPR bisa mengatur irama politik yang cukup keras dalam setiap benturan politik seperti dalam kasus Century. Jika memang anggota dewan menghendaki lain, harusnya pimpinan dewan mengikuti. Sebab posisi pimpinan dewan itu hanya juru bicara, bukan atasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman juga menyingung soal kemungkinan paripurna bisa membatalkan agenda Bamus jika anggota dewan menghendaki perubahan dalam sidang paripurna. "Rapat tertinggi itu ya paripurna, jika mau, boleh saja kesepakatan rapat Bamus itu dianulir dalam paripurna," pungkasnya.
(yid/ndr)











































