"Di dalam demokrasi, kompromilah yang dicari. Tidak bisa menang mutlak walau kebenaran yang dicari," ujar Arbi Sanit pada detikcom, Selasa (2/3/20100.
Pengamat politik dari UI ini mengingatkan, kebenaran bukanlah hal yang dapat berdiri mandiri. Suatu kebenaran pun perlu penyesuaian dengan kondisi-kondisi yang sedang berlangsung di dalam masyarakat. Di dalam konteks ini maka pihak oposisi dan koalisi harus berkompromi.
"Jadi tidak bisa terus dipaksakan, bisa berperang nanti," ujar dia.
Pria paruh baya dengan rambut berkuncir ini mengaku sangat khawatir bila DPR gagal mengambil penyelesaian segera bisa membuat situasi politik tidak kondusif. Kericuhan dalam rapat paripurna DPR terkait laporan akhir Pansus Century pun sebenarnya sudah menunjukkan kondisi politik nasional yang rusak.
"Politik akal sehat sudah dikalahkan oleh badan yang sehat, ternyata tidak mensana in corpore sano," sambung Arbi Sanit yang mengikuti berlangsungnya rapat paripurna DRP dari televisi di ruang kerjanya.
(lh/nrl)











































