Para buruh berkonvoi dengan sepeda motor dan berhenti di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl Pahlawan, Selasa (2/3/2010). Mereka menggelar spanduk dan berorasi secara bergantian.
Aksi buruh itu memenuhi badan Jl Pahlawan sehingga polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. Setelah hampir setengah jam 'menguasai' jalan, buruh bergeser ke kantor gubernur dan DPRD Jateng.
Namun buruh yang berasal dari berbagai daerah di Jateng itu tertahan di pintu gerbang kantor gubernur dan DPRD Jateng. Meski demikian mereka tetap berorasi di bawah terik mentari. Mereka berharap anggota DPRD mau menemui dan mendukung langkah mereka.
Orator SPN, Nanang Setiyono mengatakan, AC-FTA akan berdampak buruk terhadap kehidupan buruh. Perusahaan yang selama ini menaungi mereka dikhawatirkan gulung tikar, karena tak kuasa menahan serbuan produk China.
"Siapa lagi yang peduli pada nasib kami? Kalau kami di-PHK, siapa yang mau bertanggungjawab?" katanya.
(try/nik)










































