"Saya rasa tidak ada perlindungan ke arah sana. Karena saya yakin yang salah akan tetap salah yang benar akan tetap benar," ujar Ketua FPG DPR Setya Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (2/3/2010).
Menurut Setya, tanggung jawab atas bailout Century itu ada prosesnya. Apalagi tidak dapat dipungkiri semua pihak sudah tahu bahwa ada kesalahanan pada Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan proses bailout.
"Tidak dapat dipungkiri semua pihak telah tahu bahwa ada kesalahan pada FPJP dan proses bailout," imbuh dia.
Meski demikian, lanjut Setya, Golkar memberikan apresiasi atas pernyataan SBY itu. "Saya rasa dalam hal ini sangat apresiasi terhadap pernyataan Presiden. Itu luar biasa bagi kami," tandas dia.
SBY pada pertemuan dengan para bankir di kantornya, Senin (1/3/2010), mengaku siap bertanggung jawab atas proses bailout Century.
"Meskipun saya tidak ada di tanah air saat itu, meski dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century dan meskipun baik Gubernur BI dan Menkeu tidak melalui izin saya, karena beliau bekerja dengan UU, saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar. Pertama kali yang saya sampaikan pada tanggal 23 November 2008 dan saya ulangi lagi pada arahan di Cilangkap, di Madiun, sebagai tindakan untuk selamatkan perekonomian kita, itu benar. Dan saya bertanggung jawab," kata SBY.
(nik/nrl)











































