Seperti yang terjadi di kota Concepcion, sekitar 160 penjarah ditahan patroli militer Chili. Pasukan bahkan harus menembakkan gas air mata untuk menghentikan para penjarah melakukan aksinya.
Pasukan khusus dipanggil untuk membantu polisi yang kewalahan menghadapi para penjarah. Beberapa penjarah, nampak menyeret troli berisi barang belanjaan seperti plasma TV dan peralatan eletronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentara terus menertibkan para penjarah yang semakin gila. Seringkali mereka harus menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
"Ini untuk anak-anak saya. Ini satu-satunya cara untuk memberi mereka sesuatu untuk dimakan," teriak seorang pria saat merobek jendela supermarket.
"Ini bukan mencuri. Ini untuk membuat roti untuk bertahan hidup," kata seorang pria 40-an.
Presiden terpilih Pinera Sebastian mengatakan situasi di Concepcion cukup bahaya. Ketertiban menjadi barang yang mahal saat ini.
"Ketika kami memiliki bencana sebesar ini, bila tidak ada listrik dan tidak ada air, penduduk mulai kehilangan rasa ketertiban umum," ungkapnya.
Sebagian besar jalan-jalan kosong ketika jam malam diberlakukan. Tetapi beberapa warga menghabiskan malam di sekitar api unggun di depan rumah mereka yang rusak karena takut kemungkinan adanya gempa susulan.
Lebih dari 700 orang tewas dalam gempa dashyat di Chili tersebut. Gempa tersebut tercatat sebagai yang terdahsyat di negeri itu dalam beberapa dekade.
(ape/Ari)











































