Gedung Laboratorium Nasional Penelitian Penyakit Infeksi tersebut diresmikan Senin (1/3/2010) di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Jl Percetakan Negara, Jakarta Timur.
"Fasilitas tersebut saya harapkan akan menjadi kebanggaan bangsa, karena banyak publikasi ilmiah bidang PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) menyaratkan adanya BSL3 ini," papar Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat sambutan yang disampaikan dalam rilis hari ini.
Laboratorium ini juga diharapkan berkompeten untuk penelitian candidate vaccine virus influenza serta antisipasi terhadap konsep-konsep terbaru seperti one world one health untuk penanggulangan zoonosis. Menkes berharap Balitbangkes dan institusi lain yang memiliki fasilitas BSL3 dapat berkoordinasi untuk penelitian PINERE untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.
Sementara Kepala Balitbangkes Prof dr Agus Purwadianto mengatakan salah satu keberhasilan dalam mencegah meluasnya penularan penyakit infeksi adalah dengan diperolehnya hasil diagnosis penyakit dengan cepat, tepat, dan akurat sehingga dapat segera diambil tindakan baik untuk pencegahan maupun pengobatan.
Menurut Agus, WHO mengklasifikasi penyakit berdasarkan tingkat risiko penyakit. Tingkatan ini menentukan tipe, jenis atau kategori laboratorium yang digunakan baik untuk pemeriksaan maupun untuk penelitian.
Saat ini ada 4 kelompok risiko penularan penyakit. Kelompok dengan tingkat risiko 1 dapat menggunakan fasilitas laboratorium dengan tingkat keamanan 1 (Laboratorium BSL1) dan seterusnya. Nah, flu burung merupakan penyakit yang termasuk dalam kelompok tingkat risiko 3.
"Dengan demikian untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian serta pengembangan agen penyakit Avian flu diperlukan fasilitas laboratorium tingkat 3 (BSL3)," kata dia.
(nwk/fay)











































