Pengakuan ini diungkapkan Edy (35) seorang tukang ojek yang menjadi langganan Selly selama beraksi di Bogor. Mobilitas Selly di Kota Hujan memang bergantung dengan ojek dari rumah pamannya di Kampung Pancasan Atas, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Bogor, menuju rumah korban.
"Selama di Bogor, ojeknya saya. Dia selalu bayar Rp 50.000 sekali naik, yang penting diantar sampai tujuan," kata Edy di rumahnya di RT 02/RW 07, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Timur, Bogor, Senin (1/3/2010).
Menurut salah satu korban, Edy dikenalkan sebagai wartawan Radar Bogor. "Ada namanya Pak Edy, selalu Selly bilang, dia wartawan Radar Bogor, padahal
cuma tukang ojek," kata S, korban Selly dalam kesempatan terpisah.
Edy mengaku dia hanya manut karena tidak tahu tujuan Selly. Edy pula yang mengantar perempuan bernama alias Rasellya Rahman Taher itu saat dia akan hengkang dari Bogor.
"Antar saya ke Terminal Baranangsiang. Saya mau ke Jakarta," kata Edy menirukan Selly.
(fay/nrl)











































