"Intinya biar dia punya credit point di mata SBY dan mendapat posisi di PD nanti," ujar Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/3/2010).
Atas dugaan adanya kepentingan poltik itu, Misbakhun balik menuding Andi Arief hanya berpegang kepada data-data bohong. Buktinya adalah keterangan Dirut Bank Mutiara Maryono yang bertolak belakang dengan pernyataan staf khusus Presiden RI itu.
Misbakhun kembali menegaskan tidak ada L/C fiktif apalagi korupsi yang dia lakukan. Kasus yang ada adalah L/C gagal bayar atas nama PT Selalang Prima Internasional (SPI) di Bank Century senilai US$ 22,5 juta yang US$ 6 juta di antaranya sudah mulai dicicil Misbakhun selaku pemilik perusahaan.
"Jadi sekarang siapa yang berbohong? Ini orang (Andi Arief -red) memakai pundak saya untuk mengerek popularitasnya, ya kita tahu lah ada parpol yang mau kongres sebentar lagi," tuding balik politisi dari PKS ini.
(lh/iy)











































