Dengan investasi Rp 8 miliar, Misbakhun mendirikan pabrik seluas 1,2 hektar di Pasuruan, Jawa Timur, tanah kelahirannya. Dengan investasi yang cukup besar, Misbakhun diduga mendapat suntikan dana orang kaya. Salah satu investor yang sempat diisukan adalah Hadi Poernomo, mantan Dirjen Pajak yang kini menjadi Ketua BPK.
Tudingan ini muncul karena Misbakhun sangat dekat dengan Hadi Poernomo. Dia mengakui kedekatannya dengan Hadi Poernomo. Namun, dia tak membenarkan bila mantan atasannya itu ikut mendanai perusahaan tepung agar dan rumput laut yang ia dirikan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu yang berkembang, Misbakhun dekat dengan Hadi Poernomo saat masih menjadi pegawai pajak. Misbakhun disebut-sebut pernah menjadi asisten atau ajudan saat Hadi menjabat sebagai Dirjen Pajak.
Misbakhun mundur dari PNS pada 2005 setelah berkarir selama 15 tahun di Depkeu. "Saya memilih berwirausaha. Dan saya membayar semua ganti biaya ikatan dinas," terang pria lulusan STAN tahun 1992 itu.
PT ASML milik Misbakhun saat ini masih beroperasi dengan baik. Bahkan, saat ini Misbakhun tambah sukses dengan usahanya ini. Namun, PT SPI yang juga dimiliki Misbakhun kesandung masalah L/C fiktif, karena banyak kejanggalan yang menyelimutinya.
(ndr/asy)











































