"Semua kucing saya sudah disterilkan atau dikastrasi. Biar yang betina nggak hamil dan yang jantan nggak bisa membuahi, dan biasa yang disterilkan itu lebih sehat," kata salah satu Volunteer Penyayang Hewan Dewi (30) kepada detikcom, Senin (1/3/2010).
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan melakukan steril ini, ia tidak harus takut untuk membiarkan kucing kesayangannya tersebut bebas bermain karena tidak mungkin akan hamil. Selain disterilkan, pemeliharaan kesehatan yang juga harus rutin dilakukan salah satunya dengan vaksin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang sudah gemar menyayangi binatang sejak kecil ini, juga sangat memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi oleh 20 ekor kucing lokalnya. Mengelurkan kocek Rp 1 juta per bulan pun dirasanya tidak masalah demi kesehatan hewan peliharaannya ini.
"Makanan yang dikonsumsi mudah saja. Kadang saya kasih dry food (makanan kering), ikan, nasi dan makanan kaleng. Yah minimal untuk biaya perawatannya habis Rp 1 juta sebulan dan itu ukuran konsumsinya sudah makanan yang enak lo," tuturnya sambil tertawa.
Meski begitu wanita berkulit putih itu tetap menjaga kebersihan hewan dan rumahnya agar tidak menularkan penyakit pada keluarganya. "Saya selalu terapkan, termasuk pada anak saya kalau habis memegang hewan harus selalu mencuci tangan. Dan kucing-kucing saya mandikan, mereka (kucing) juga udah ngerti kalau mau buang air di mana," tuturnya.
Ketika ditanya apakah tidak takut terkena virus toksoplasma, ia dengan ringan menjawab, "Tidak harus karena pelihara kucing kan terkena tokso, kalau kurang jaga kebersihan kan bisa juga terkena tokso, dan saya kalau untuk kebersihan tetap diperhatikan kok".
(lia/nwk)











































