Ternyata tsunami dahsyat pascagempa dahsyat di Chili yang dikhawatirkan itu tidak terjadi. Melainkan hanya gelombang kecil yang tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan berarti.
"Pada akhirnya, peringatan itu sedikit berlebihan. Saya ingin minta maaf atas fakta bahwa peringatan itu berlangsung begitu lama," kata pejabat Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA), Yasuo Sekita pada konferensi pers di Tokyo seperti diberitakan kantor berita Jiji dan dilansir Reuters, Senin (1/3/2010).
Permintaan maaf itu disampaikan setelah peringatan tsunami dicabut sekitar 25 jam setelah peringatan pertama dikeluarkan.
Peringatan tsunami sebenarnya bukan hal asing di Jepang, salah satu negara di dunia yang paling rentan mengalami gempa bumi. Namun peringatan tsunami menyusul gempa dahsyat di Chili merupakan peringatan tsunami besar pertama di negeri Sakura itu dalam 17 tahun dan yang keempat sejak 1952. (ita/iy)











































