"Itu tidak signifikan. Pejabat publik kita dan penghuni sekarang bisa berasumsi bahwa tidak ada ancaman tsunami lagi," kata Kepala Institute Vulkanologi dan Seismologi Mr Renato seperti dikutip dari AFP, Minggu (28/2/2010).
"Kami terus melakukan pengamatan pada garis pantai kita (tetapi) tsunami itu tidak setinggi yang diharapkan," lanjutnya.
Pascagempa Chili, Sabtu (27/2/2010) lalu, pemerintah Filipina menerapkan peringatan tsunami. Penduduk yang tinggal di dekat perairan diimbau untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Sebagai tanggapan terhadap peringatan tersebut, sekitar 10.000 orang di resor Siargao, di gugusan pulau Mindanao, pindah ke daerah yang lebih aman.
Di provinsi Albay, di pulau utama Luzon, pihak berwenang telah menyarankan lebih dari 47.000 keluarga yang tinggal di sepanjang pantai untuk bergerak sekitar lima kilometer (tiga mil) dari pantai setelah gempa berkekuatan 8,8 SR.
Beberapa telah pindah pada hari Minggu pagi, meskipun banyak orang lain mengabaikan peringatan dan memilih untuk tinggal di rumah. Gelombang pertama tiba di Filipina pesisir timur pada hari Minggu dan tampaknya telah surut dua jam kemudian.
(mei/mad)











































