"Kalau ditanya orang tua lu di mana? Dia jawab nggak punya orang tua," ujar pedagang asongan, Nurcholis, yang kerap bertemu Rio di lampu merah Jl Dewi Sartika, Minggu (28/2/2010).
Selama ini Rio kerap tidur di pangkalan ojek di Kawasan Condet, seberang PGC. Sehari- hari Rio menghabiskan waktu bersama anak jalanan lainnya dengan mengamen di lampu merah Jl Dewi Sartika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian terhadap Rio yang dilakukan Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana) di lorong Kali Baru sepanjang 300 meter lebih yang melintasi Jl Cililitan Kecil dan PGC terkendala sampah yang menumpuk.
"Lorong kebanyakan berisi sampah sama lumpur. Susah nyarinya, harusnya sampahnya didorong keluar dulu," ujar anggota Tagana Khaerudin usai menelusuri lorong.
Akibat sampah yang hampir memenuhi lorong, Dinas Pekerjaan Umum pun diterjunkan untuk mengangkut sampat yang ada di lorong tersebut.
"Tadi saya minta PU ke sini ngangkut sampah biar gampang nyarinya," pungkas Khaerudin. Rio diketahui merupakan korban keempat yang hanyut di gorong-gorong tersebut.
(her/nrl)











































