Di pasar ini dijual daging, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya.
"Ini hanya sedikit yang bisa diselamatkan. Paling mentega, kecap, garam, dan gula. Kerugian saya kurang lebih Rp 30 juta," ujar salah seorang pedagang sembako, Icut, kepada detikcom, di TKP, Minggu (28/2/2010).
Eko, pedagang beras, mengatakan, dari sekitar 6 ton beras yang dimilikinya, hanya tersisa 60 kg. "Yang lain terbakar. Ini juga sepertinya tidak bisa dijual karena berasnya sudah bau asap. Paling saya hibahkan ke tetangga," ujar Eko.
Nasib malang juga dialami Marzuki, pedagang daging. Barang dagangannya berupa daging sapi 200 kg dan tulang iga sapi sebanyak 25 kg hangus terbakar.
"Kalau daging-daging yang saya jual tidak bisa saya selamatkan semua. Karena saya masukkan kulkas dan kulkasnya hangus terbakar. Total kerugian saya Rp 3 juta," keluh Marzuki.
Kios-kios yang terbakar pada Sabtu (27/2/2010) sekitar pukul 23.30 WIB terletak di bagian dalam pasar. Diperkirakan ratusan kios terbakar dan puluhan rumah padat terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun dipastikan tidak ada korban jiwan.
Saat ini aktivitas jual beli di luar pasar atau di pinggir jalan tetap normal.
(nik/nrl)











































