"Pak SBY tidak tahu soal ini, karena SBY seorang ahli komunikator tidak akan melakukan ini," jelas Misbakhun saat dihubungi detikcom, Minggu (28/2/2010).
Misbakhun meyakini apa yang dilakukan Andi Arief hanya sekadar upaya yang dia pikir menyenangkan SBY. "Dia (Andi) sangat ingin popularitasnya naik. Dia ingin menjilat," tambah politisi kelahiran Pasuruan 39 tahun lalu ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapat dukungan luar biasa, sudah konfirm," ujar pria yang belasan tahun bekerja di Ditjen Pajak ini.
Staf khusus Presiden, Andi Arief, dalam jumpa pers pada Sabtu 27 Februari kemarin, memperlihatkan beberapa dokumen kepada wartawan.
Dokumen itu berupa salinan LC senilai US$ 22,5 juta, dokumen gadai deposito, dan akta notaris dan bukti kepemilikan saham 99 persen Misbakhun di PT Prima Internusa yang dibeli dari orang bernama Teguh Guntoro. Hal itu diduga diajukan untuk ekspor gandum pada November 2009 ke pabean.
Tapi, LC yang diajukannya ke Bank Century sudah keluar, sebelum surat gadai disetujui pada 19 November 2009. Bahkan ekspor yang dimaksud juga ditengarai tidak ada, karena PT Prima Internusa merupakan perusahaan pengolah plastik. (ndr/nrl)











































