Ribuan Orang Apel Akbar Dukung SBY-Boediono di Senayan

Ribuan Orang Apel Akbar Dukung SBY-Boediono di Senayan

- detikNews
Minggu, 28 Feb 2010 11:05 WIB
Jakarta - Dukungan terhadap pemerintahan SBY-Boediono terus mengalir untuk mengantisipasi hasil akhir Pansus Century 2 Maret mendatang. Ribuan orang menggelar apel akbar di Parkir Barat Senayan, Jl Asia Afrika. Akibatnya kemacetan tidak terelakkan.

Apel Akbar Kebulatan Tekad Mendukung SBY-Boediono 2014 ini diselenggarakan beberapa ormas dan relawan pendukung Partai Demokrat. Mereka antara lain Barisan Indonesia (Barindo), Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI), Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Forum Komunikasi Kader Demokrat (FKKD), Generasi Muda Demokrat (GMD), dan Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI).

Mereka mengenakan kaos putih biru bertuliskan SBY-Boediono mendukung SBY-Boediono hingga 2014. Mereka berangkat menggunakan belasan Metro Mini, 20 bajaj, mobil dan motor. Mereka berkumpul dari pukul 09.00 WIB, Minggu (28/2/2010).

Bendera ormas dan spanduk organisasi masing-masing juga mereka bentangkan. Isi spanduk itu antara lain 'Kawal dan Amankan Program SBY-Boediono yang Pro Rakyat Demi Kesejahteraan Rakyat'. 'Forkabi Se-Jabotabek dukung Pemerintahan SBY-Boediono Hingga 2014'.

Di tengah acara tampak panggung berukuran besar. Acara diisi dengan orasi dari masing-masing ormas. Acara diselingi dengan atraksi Reog Ponorogo dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.

"Kita sebagai pendukung SBY-Boediono harus tetap solid. Adanya pihak-pihak yang mengkritik SBY-Boediono bahkan meminta Boediono diganti, jangan membuat kita terpengaruh!" kata salah seorang orator.

Ketua KNMI Djali Yusuf membantah apel akbar itu dikerahkan SBY. "Tidak benar kalau dikerahkan SBY. Walaupun saya memang pernah saya menjadi tim sukses SBY tapi tidak benar apel ini dikerahkan oleh SBY," kata Djali.

Sementara itu, akibat apel akbar ini, arah JCC hingga Jl Asia Afrika tersendat. Hal ini karena banyaknya Metro Mini yang parkir di luar Pintu Barat Senayan. Namun arah sebaliknya tidak mengalami kemacetan.

(nik/nrl)


Berita Terkait