"Saya memang menganiaya Ana, tapi sama sekali tidak tahu kalau Ana meninggal. Setelah kejadian saya menelepon teman Ana untuk membawa ke rumah sakit," kata Ferdy di Mapoltabes Yogyakarta, di Jalan Reksobayan, Sabtu (27/2/2010).
Ana dan Ferdy sering terdengar bertengkar. Pelaku juga pernah mengancam akan membakar motor milik korban setelah cek-cok di depan kos di Kampung Sapen GK I/437 RT 25/08, Demangan, Gondokusuman. Mayat Ana ditemukan di kosannya, Selasa 23 Febriari 2010.
Ferdy mengaku dirinya datang ke kos Ana sekitar pukul 06.00 WIB. Tujuannya untuk menanyakan keputusan pacarnya Ana yang akan memutus hubungan dengannya. Karena mengetahui Ana akan punya pacar lain, Ferdy kemudian bertengkar lagi di dalam
kamar kos.
"Saya marah dan cemburu. Dia tetap ingin putus hubungan. Saya kemudian mencekik leher Ana dan saya tutup mulutnya," kata Ferdy yang mengaku tidak berniat membunuh Ana.
Setelah itu, Ferdy kemudian keluar kamar sambil membawa sepeda motor Honda Supra milik Ana dengan nopol AA 5769 FM, notebook, handphone dan uang tunai Rp 4,8 juta.
Sesaat setelah itu, dia kemudian menghubungi teman kuliah Ana agar membawanya ke rumah sakit.
Menurut pengakuan tersangka yang punya istri dan anak satu ini, perkenalannya dengan Ana secara tidak sengaja melalui nomor handphone yang diacak.
Setelah itu, keduanya sering telepon dan SMS-an. Setelah beberapa kali bertemu langsung, Ana dan Ferdy kemudian pacaran. Tersangka juga pernah berkunjung di rumah
orangtua Ana di Prembun Kebumen.
"Semua barang-barang milik Ana masih utuh dan saya simpan. Tidak ada niat dari saya untuk menguasai barang-barang milik Ana. Saya hanya cemburu waktu itu," katanya.
Meski sudah memberikan pengakuan kepada wartawan, tim penyidik Poltabes Yogyakarta belum mempercayai sepenuhnya keterangan tersangka.
Petugas masih terus memeriksa dan mencocokkan semua keterangan dengan hasil olah TKP dan hasil visum rumah sakit.
(bgs/gus)











































