"Kita berencana melakukan pertemun antara pelaku dengan korban. Agar pelaku merasa menyesal dan ikut merasakan penderitaan para korban," ujar Nasir dalam diskusi kerja
bertema "Mencegah Terorisme dengan Membangun Kepedulian dan Rasa Kemanusian" di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (27/2/2010).
Nasir berharap dari pertemuan ituย dapat mewujudkan rasa nurani para pelaku bom. Yang akan muncul nantinya adalah sebuah kehidupan yang aman dan damai.
"Kita berharap akan menyentuh sisi kemanusiannya sehingga hilang ideologinya yang menurut kita salah," jelasnya.
Senada dengan Nasir, pengamat terorisme internasional dari Crisis Group, Sidney Jones menilai salah satu cara memulihkan dan mengembalikan rasa kemanusiaan dari para pelaku adalah dengan melihat korban secara langsung.
"Anggota Askobi bisa ikut rehabilitasi para pelaku yang ada di penjara," katanya.
Sydney menyatakan ideologi merupakan salah satu faktor penyebab terorisme. Oleh karena itu, pertemuan tersebut harus dihadapi dengan persuasif dan sabar dalam tukar menukar sudut pandang.
"Di desa dan kelompok yang sama saja orang bisa menolak ideologi yang sama," tuturnya.
(mpr/gus)











































