"Saya akan ngomong tangkap. Itu mengganggu keamanan dan ketertiban," kata Prijanto usai membuka pelatihan da'i/da'iyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Wisma Prof Rudi Setiabudi, Jl Arteri Tentara Pelajar, Patal Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2010).
Menurut Prijanto, evaluasi terhadap bus TransJakarta selalu dilakukan. Evaluasi tersebut bertujuan agar bus selalu bermanfaat bagi masyarakat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Jakarta.
"Busway itu dari waktu ke waktu dievaluasi. Agar dia benar-benar menjadi sub-sistem untuk mengurangi kemacetan. Lempar-lempar batu itu perbuatan kriminal," tegasnya.
Sebelumnya bus TransJakarta koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas 2) yang tengah melintas di Jl Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan, dilempar batu pada 24 Februari. Diduga pelaku pelemparan bus yang mengendarai motor Mio itu sakit hati karena dilarang masuk jalur busway.
(gus/gah)










































