Kalau Harus Voting, Golkar Ingin Voting Terbuka

Jelang Paripurna Century

Kalau Harus Voting, Golkar Ingin Voting Terbuka

- detikNews
Sabtu, 27 Feb 2010 01:00 WIB
Kalau Harus Voting, Golkar Ingin Voting Terbuka
Jakarta - Akhir cerita penyelidikan skandal bank Century di Pansus Century akan diputuskan di Rapat Paripurna DPR pada 2-3 Maret 2010. Partai Golkar terang-terangan menginginkan tidak ada voting dalam mengambil keputusan. Namun, kalau harus voting, Golkar ingin dilakukan secara terbuka.

"Tentu kita menginginkan jika harus dengan voting maka voting harus terbuka," ujar Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso disela-sela Rakernas I Partai Golkar di Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Jumat (26/2/2010).

Menurut Priyo, tidak ada alasan bagi paripurna untuk mengambil keputusan atau voting secara tertutup. "Tertutupkan biasanya hanya untuk memilih orang, kalau ini kan tidak untuk memilih orang jadi harus terbuka," kilah wakil ketua DPR ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan Priyo, hal senada juga diungkapkan oleh anggota Pansus Century dari fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo. Menurut Bambang, voting tertutup cenderung dekat dengan politik uang. "Kenapa harus tertutup? Justru di sana biasa terjadi manuver-manuver yang mengarah pada money politik. Seharusnya terbuka," tambah Bambang.

Paripurna penetapan pansus Century sendiri diprediksi akan berlangsung secara alot. Hal ini bisa dilihat dari sikap-sikap fraksi yang masih mempertahankan pendapatnya masing mengenai Skandal Century. (Rez/Rez)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads