Keterangan yang dihimpun detikcom, pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Samarinda itu mengamuk tidak karuan sejak Kamis (25/2/2010) malam sekitar pukul 19.00 WITA. Petugas piket yang menjaga sel tahanan hanya bisa meminta Iban agar dapat menenangkan diri.
"Dia (Iban) nendang-nendang fiberglas yang kita pasang di jeruji sel," kata anggota Poltabes Samarinda Briptu Faisal kepada wartawan di sekitar sel tahanan sementara Mapoltabes Samarinda, Jl Bhayangkara No 04, Jumat (26/2/2010).
Permintaan petugas piket sel berulang kali tidak digubris Iban. Kontan saja amukan Iban mengundang perhatian tahanan sel Poltabes Samarinda lainnya. "Bahkan dia menantang petugas berkelahi," ujar Faisal.
Amukan Iban terus berlangsung hingga Jumat (26/2/2010) siang. Mengetahui amukan Iban, belasan personel kepolisian lainnya pun berupaya mendatangi dan menenangkan Iban. Namun lagi-lagi upaya itu gagal.
Puncaknya, sekitar pukul 15.15 Wita, petugas memutuskan untuk mengeluarkan Iban dan membawanya ke Rumah Sakit Atma Husada Mahakam yang dikhususkan bagi pasien gangguan jiwa. Iban diangkut dengan menggunakan mobil patroli. Khawatir Iban mengamuk dan melarikan diri, petugas memborgolnya. Sekitar 8 aparat polisi juga ditugaskan untuk mengawalnya.
"Kita periksakan dulu ke RSJ," kata Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Samarinda, Aiptu Misery.
Iban ditangkap Kamis (25/2/2010) sore kemarin setelah melakukan penganiayaan terhadap teman-teman kuliahnya di Jl Banggeris, Samarinda. Di Mapoltabes Samarinda, Iban dimasukkan ke dalam sel yang masih terpisah dari puluhan tahanan lainnya.
(asy/asy)











































