Dinas Kehutanan Provinsi Riau seakan tak berdaya dengan laju pengrusakan hutan di TNTN. Puluhan ribu hektar taman kini sudah dikuasai para pejabat di daerah yang melibatkan oknum jenderal baik di kepolisian dan TNI.
"Lambat atau cepat, sebentar lagi TNTN akan menjadi perkebunan sawit ilegal. Padahal kawasan itu merupakan daerah konservasi gajah sumatera," kata Direktur Tropika, Harijal Jalil dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (26/02/2010) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah surat didapat, lantas pengusaha ini membagikan secara gratis kepada oknum jenderal di Jakarta. Dengan demikian, lahan yang dikuasai mereka bisa aman. Intinya semua dibagi-bagi demi kelancaran penguasaan taman nasional," kata Harijal.
Pengkaplingan ini juga melibatkan sejumlah oknum aparat lainnya. Mulai pangkat terendah sampai berbintang. Penguasaan lahan secara ilegal ini semakin tidak terkendali. Sejumlah alat berat di kawasan TNTN terus menerus merusak isi hutan.
"Kalau sudah melibatkan oknum jenderal, siapa lagi yang bisa menghalanginya. Dinas Kehutanan Riau tak kuasa lagi membendung lajunya pengkaplingan kawasan taman nasional itu," kata Harijal.
Karena itu, dalam penguasaan lahan ilegal ini, diharapkan, Pemerintah Pusat segera mengambil alih kasus ini. "Bila tidak, keberadaan taman nasional akan punah dalam hitungan lima tahun ke depan," kata Harijal.
Kawasan taman saat ini sudah disetui diperluas menjadi 100 ribu hektar oleh Gubernur Riau. Namun areal yang menjadi perluasan itu sendiri yang kini dikapling-kapling menjadi perkebunan kelapa sawit.
"Jangan heran kalau kita ke sana, taman nasional itu dikelilingi perkebunan sawit ilegal," kata Harijal. (cha/mok)











































