PD: Kenapa PKS Tidak Kritis Saat Masih Pilpres?

Kesimpulan Akhir Pansus

PD: Kenapa PKS Tidak Kritis Saat Masih Pilpres?

- detikNews
Jumat, 26 Feb 2010 02:44 WIB
Jakarta - FPKS menyebut nama Sri Mulyani dan Boediono sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus bailout ini. Sikap FPKS yang begitu galak dalam membacakan pandangan akhir di Pansus Century dipertanyakan Partai Demokrat.
 
Kondisi ini pun dirasa aneh oleh Partai Demokrat. Jika mau menengok sedikit ke belakang saat pencalonan SBY-Boediono, 15 Mei 2009 silam, PKS sedikit pun tidak pernah menggubris kasus Century.

Sebagai partai koalisi, PKS setidaknya memberi warning ke Demokrat tentang kemungkinan hadirnya masalah ini. Namun yang ada, PKS pun justru adem ayem.

"Kenapa waktu itu tidak dipertanyakan? Apa alasannya karena mereka (FPKS) baru tahu sekarang? Kemana saja fungsi DPR? Kan DPR sekarang sebagian masih yang kemarin (periode sebelumnya)," papar Sekjen PD Amir Syamsudin kepada detikcom, Jumat (26/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan yang ditudingkan kepada Boediono saat ini memang tergolong besar. Dia dan Sri Mulyani dianggap bertanggung jawab dalam penggelentoran uang rakyat senilai Rp 6,7 T untuk menyelamatkan Bank Century.

Setali tiga uang dengan PKS, sikap Golkar juga dipertanyakan Amir. Golkar saat pilpres memang bersebrangan dengan Demokrat.

Pasangan JK-Wiranto adalah jagoan yang mereka dukung untuk bertarung dengan
SBY-Boediono. Saling sindir dan menjatuhkan di dalam kampanye, bukan hal yang asing dilakukan kedua kubu.

"Tapi saat debat timses, mereka tidak pernah mempersoalkan hal ini. Yang ada
justru soal Istri Pak Boediono, Herawati (yang dituduh beragama Katolik)," jelas Amir.

Pengacara gaek ini pun menduga ada muatan politis yang sangat besar di balik
tudingan ini.
(mok/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini