"Janganlah kita mengembangkan demokrasi yang saling bermusuhan dan menjatuhkan. Lakukan demokrasi yang santun, berakhlak sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah," kata SBY saat memberikan sambutan di hadapan ratusan hadirin di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.
SBY berharap, Islam di Indonesia bisa berbaur dengan demokrasi dan modernitas. Sehingga Islam bisa menunjukkan diri sebagai agama yang demokratis serta tidak ketinggalan jaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari lanjutkan program-program prorakyat, bantuan sosial, beras bersubsidi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)," kata SBY membeberkan program-program yang telah dia lakukan.
Meneladani kepemimpinan Rasululloh, SBY juga mencontohkan program kerjanya yang merupakan bentuk penegakan hukum bagi orang-orang yang kurang mampu serta anak-anak di usia dini.
"Hukum ditegakkan dalam proporsi yang sepatutnya. Tidak adil jika kita biarkan orang tua renta dibiarkan dipenjara. Anak-anak dipenjara. Dalam batas kewenangan yang saya miliki, saya membebaskan dan memberi keringanan terhadap anak-anak yang ditahan sebagai bentuk keadilan yang sejati," urai SBY.
Hadir dalam acara ini para Menteri Kabinet Indonebsia Bersatu II, para pimpinan lembaga tinggi negara serta para duta besar negara sahabat. Hikmah Maulid Nabi disampaikan oleh mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan.
(anw/rdf)










































