2 Staf Khusus Presiden Juga Temui Akbar Tandjung

2 Staf Khusus Presiden Juga Temui Akbar Tandjung

- detikNews
Kamis, 25 Feb 2010 14:20 WIB
Jakarta - Para Staf Khusus Presiden SBY terus aktif mendatangi sejumlah tokoh nasional. Setelah menemui mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, mereka mendatangi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung.

"Ya semalam kami bertemu. Hanya ngobrol biasa, tidak ada topik yang dibahas secara khusus. Mereka kan anak-anak muda yang sudah lama saya kenal dan ingin bertemu saya," kata Akbar Tandjung kepada detikcom melalui telepon, Kamis (25/2/2010).

Akbar mengatakan, pertemuan berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB di rumahnya, Jl Purnawarman, Jakarta Selatan. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Andi Arief (staf khusus bidang bencana) dan Velix Wanggai (staf khusus bidang pembangunan daerah dan Otda). Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Tidak ada pesan khusus dari SBY yang mereka bawa. Kami hanya berbincang-bincang tentang berbagai hal, ya termasuk sikap Golkar terkait perkembangan politik saat ini," ungkap Akbar.

Menurut Akbar, kepada 2 staf khusus presiden tersebut dirinya menegaskan bahwa sikap Golkar tidak berubah. Golkar tetap mendukung pemerintah. "Tidak ada pikiran untuk mengganggu pemerintahan atau menghancurkan SBY," tegas Akbar.

Namun, sambung Akbar,Β  Golkar sebagai kekuatan politik yang mempunyai wakilnya di DPR, tetap ingin menjalankan fungsinya dengan baik sebagai wakil rakyat. Demikian pula dengan posisi wakil Partai Golkar yang duduk di Pansus Century. Menurut Akbar, apa yang diungkapkan Partai Golkar semata-mata berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

"Semua yang diungkapkan Golkar di Pansus Century didukung oleh data dan fakta. Kita ingin kasus bailout Bank Century diungkapkan sejelas-jelasnya. Hal ini juga sebagaimana dinyatakan oleh SBY. Jadi sebenarnya semangat kita sama," ungkap Akbar.

"Jadi kita (Golkar) tidak ada pikiran untuk keluar dari koalisi. Kita tetap akan memberikan dukungan kepada pemerintah. Tapi soal Pansus Century, kita tetap mencari kebenaran," imbuh mantan Ketua DPR ini.
(djo/asy)


Berita Terkait