"Rusia memang sangat berminat untuk membangun tempat peluncuran di Biak, karena teknologinya baru. Satelit itu 'digendong' pakai pesawat. Setelah mencapai ketinggian yang cukup, baru roket dinyalakan," kata Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat.
Hal itu disampaiakn dia dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hambatannya hanya soal teknis saja," lanjut Yopie.
Dikatakan dia, Indonesia dan Rusia mempunyai kerjasama yang erat terkait teknologi ruang angkasa. Banyak ahli-ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang mempelajai teknologi satelit di negara tersebut.
"Indonesia diharapkan menjadi space country, negara yang bisa menjangkau luar angkasa," jelasnya.
(irw/nrl)










































