"Maksud kami datang ke sini adalah untuk memberitahukan bahwa kami ingin melaksanakan rapat paripurna MPR yang isinya tidak akan keluar dari apa yang telah diagendakan," ujar TK di hadapan SBY di kantor Presiden Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2010).
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan MPR lainnya seperti Lukman Hakim Saefuddin dan Melani Leimena Suharli. Hadir juga Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
TK menjelaskan beberapa isi tatib yang akan diresmikan dalam rapat paripurna pada 1 Maret mendatang. Isi tatib itu antara lain pengesahan hari lahir (harlah) Pancasila pada 1 Juni. TK datang ke SBY untuk memberitahukan SBY selaku kepala negara untuk membantu sosialisasi terkait dengan harlah Pancasila.
"Kami tidak mungkin melakukan sosialisasi sendirian. Tanpa bantuan dan dukungan dari Presiden tidak mungkin MPR dapat melakukan sosialisasi sendirian," jelas politisi senior PDIP ini.
TK berjanji dalam rapat paripurna mendatang tidak akan membelok ke agenda lain. Dia berjanji hanya akan melakukan agenda tunggal dalam sidang tersebut yakni pengesahan tatib MPR.
"Kami sudah sepakat tidak akan keluar dari apa yang dimaksud. Sebab ini sangat penting sekali. Laporan pertama kepada Bapak Presiden," imbuh dia.
TK dalam pertemuan itu tidak mengatakan dalam tatib tersebut juga dibahas tentang tatib pemakzulan bagi presiden dan wapres. Padahal dalam tatib tersebut dijabarkan pemakzulan keduanya.
(nik/nrl)











































