"Dari 4 saksi, mereka mengaku melihat orang keturunan India yang memiliki ciri-ciri seperti ciri-ciri mayat. Terlebih, di komplek perumahan tersebut, juga terdapat komplek pemukiman yang mayoritas dihuni warga keturunan India,"kata Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Pol Herry Wibowo.
Hal itu dikatakan Herry saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (25/2/2010).
Selain telah memeriksa 4 saksi, polisi juga telah melakukan otopsi yang menunjukkan isi perut berisi makanan yang belum sempat tercerna. Ini menunjukan korban meninggal belum lama setelah dia makan. Sayangnya, akibat luka membusuk, tidak bisa terdeteksi apakah ada bekas kekerasan luar bentuk penganiayaan lainnya.
"Diperkirakan membusuk dari 3-7 hari. Terlebih, lokasi merupakan taman yang cukup lembab sehingga mempercepat proses pembusukan," tambahnya.
Guna mengungkap motif pembunuhan, apakah digantung atau gantung diri, siang ini Polres Bekasi Kabupaten akan melakukan reka ulang. Polisi akan mengukur kemungkinan-kemungkinan bunuh diri dari posisi mayat dengan dahan pohon serta tali yang digunakan.
"Karena, secara fisik, gantung diri dan digantung, mempunyai ciri-ciri yang sama. Sedangkan hasil otopsi keseluruhan baru diterima beberapa hari ke depan," pungkasnya.
(asp/nwk)











































