Dalam rapat tertutup di Hotel Sultan, Rabu 23 Februari malam kemarin,Β Fraksi Partai Demokrat (FPD) berkeyakinan ada perubahan sejumlah pandangan fraksi malam kemarin.
"Perubahan itulah dinamika, malam ini apa saja bisa terjadi," kata Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman sambil tertawa senang sebelum naik lift lantai 12 menara utama Hotel Sutan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (24/2/2010) kemarin.
Seraya mengambil perumpamaan iklim, Beny menilai situasi Pansus tidak jauh beda dengan cuaca. Apa saja bisa terjadi. "Cuaca saja bisa berubah," jelas Benny masih sambil tertawa.
Sementara dari Fraksi Hanura, melalui salah satu anggotanya Akbar Faizal menjanjikan Hanura tidak akan berubah sikap. "Mana ada anggota Pansus melakukan perubahan. Hanura tidak akan berubah sikap," tegas Akbar kemarin.
Akbar bersikeras pertemuan malam kemarin untuk mengecek kerja tim ahli. Tidak ada lobi dalam pertemuan malam itu. Namun lain lagi pernyataan Ketua Pansus Idrus Marham yang mengatakan adanya kemungkinan lobi-lobi di antara fraksi malam itu.
"Lobi ya silakan saja. Terserah kalau mau lobi sembilan orang itu," kata Idrus.
Soal lobi tidak dibantah Wakil Ketua Pansus Century Mahfudz Sidik. Mahfudz yang akan memimpin rapat ini menyampaikan ada kemungkinan lobi. "Kan belum selesai, kalau mufakat tidak bisa, ya lobi," jelas Mahfudz kepada detikcom.
Pertemuan malam itu menghasilkan kesepakatan untuk menyepakati format laporan Pansus yang akan disusun per tema sebelum diserahkan ke Bamus DPR. Menurut Mahfudz rapat malam itu tak ada kaitannya dengan isi kesimpulan akhir Pansus. Formula yang disepakati akan diterapkan tim ahli.
"Kita tidak bicara substansi karena sudah disepakati masing-masing fraksi. Tim ahli masih menindaklanjuti, malam ini dituntaskan, besok pagi dibawa ke pleno Pansus pada pukul 10.00 WIB," ujarnya kemarin.
Sebelumnya diberitakan hanya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ada di belakang FPD menilai bailout Century tidak bermasalah. Tujuh fraksi lain menyatakan bailout bermasalah dengan segudang pelanggaran.
Tapi pada saat pandangan akhir fraksi Selasa kemarin, ada perubahan mendasar. Hanya Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), dan Fraksi Hanura yang menyebut nama penanggungjawab bailout.
Sementara Fraksi Gerakan Indonesia Raya (FGerindra), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) hanya menyebut lembaga. Apakah komposisi ini akan berubah? Kita lihat saja nanti!
(nwk/asp)











































