"Main bola dilantai 2 TK, terus bolanya mental ke luar nyangkut di kanopi, terus Ian ambil bola itu, amel ikut ambil juga," kata Fauzi (11) kakak Amalia yang juga main bola ketika itu.
Hal itu dia ceritakan saat menunggu adiknya di RS Pondok Indah, Jl Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu, (24/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fauzi saat bermain bola di di gedung Taman Kanak-Kanak lantai dua,Β tidak ada satu guru dan penjaga sekolah yang terlihat mengawasi mereka bermain. Namun, Fauzi dan teman-temannya memang sering bermain di lantai dua gedung tersebut, karena lapangan bola atau basket di sekolah itu sudah penuh dengan murid kelas lainnya.
"Nggak ada guru yang lihat karena waktu pulang sekolah pukul 14.00 WIB. Kita main sekitar pukul 15.00 WIB, pas jatuhnya itu. Biasanya kita memang main di situ karena lapangan selalu penuh sama kelas lain," jelasnya.
Sementara itu ayah Amalia yang juga ayah Fauzi, Heru, enggan berkomentar banyak ketika ditanya soal kelalaian pihak sekolah dalam mengawasi muridnya. "Saya belum bisa komentari itu, nanti saja ya," kata warga Bintaro Sektor I itu.
(mpr/asp)











































