"Stelah sy protes berita gak seimbang, Saya diberi 'hadiah' lagi oleh MI hari ini dg judul, "Tifatul lecehkan wartawan". Saya akan somasi !!" ujar Tifatul dalam akun twitter-nya, Rabu (24/2/2010).
Somasi Tifatul itu berkaitan dengan berita Media Indonesia (MI) hari ini yang berjudul 'Tifatul Lecehkan Wartawan'. Berita itu mengutip pendapat Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nezar Patria yang menanggapi pernyataan Tifatul pada berita di harian MI pada Selasa 23 Februari 2010 yang berjudul, "Tifatul Tuduh Pers Cari Makan dengan Pelintir Berita".
Dalam berita itu wartawan MI Vini Mariyane Rosya mencoba meminta tanggapan Tifatul mengenai ancaman anggota FPD Hayono Isman agar Kemenkominfo mencabut RPM Konten Multimedia paling lambat Senin 22 Febriari 2010.
Saat itu, menurut MI Tifatul malah menyebut wartawan sudah lihai menulis tanpa perlu meminta konfirmasi. "Lo, tanpa konfirmasi pun Anda sudah lihai menulisnya. Lihat aja pelintiran berita hari ini.
Anda bebas kok menulis apa saja. Anda cari makan dari cara- cara seperti itu," kata Tifatul melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Senin lalu.
"Saya sering merasa kasihan dengan orang yang mencari rezeki dengan cara menulis sesuatu yang menghujat orang lain, mengadu domba, menu- duh tanpa konfirmasi yang seimbang. Dan, dengan tenang (orang itu) menikmatinya tanpa peduli," lanjut Tifatul.
Terhadap berita MI pada Selasa kemarin, Tifatul juga menanggapi dengan mengupdate akun Twitter-nya.
"Sy protes HL MI kmrin, krn mlintir brita, itu rporter ngotot trus, sy blg jngan cari rezeki dg cr2 spt itu, lalu dimuat" tifatul tuduh pers," ujarnya.
"Saya tdk minta diistimewakan atau hrs dihormati, sy egaliter, saya hanya minta seimbang, adil. Klo ada isu tlg konfirmasi, tdk satu arah..," kata Tifatul.
"Tlg dbaca isinya, agr jlas sebenarnya, sy bilang "anda", dirbh jadi 'pers', sy sdh bbrp kali, ditulis macam2, dn baru 1x ini protes via sms," tutur Tifatul.
(nwk/ndr)











































