"Sebagian ada tendensi politik yang khas. Ada target yang khas dan juga hubungan yang khas dengan orang tertentu," kata Anas usai sidang pansus angket Century di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Anas enggan menjelaskan maksud dari kekhasan itu. Menurutnya, politisi dan wartawan juga mengerti. "Target khas, khusus. Melebihi takaran kewajaran," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Maka) kan tidak perlu lobi (seharusnya), kalau lobi itu sama tetangga. Kalau lobi dengan partai oposisi itu baru pas," imbuhnya.
(amd/ndr)











































