Hal itu disampaikan Kepala Instansi Hukum, Publikasi dan Informasi RSUD Tangerang, dr Ahmad Muchlis, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2010).
Muchlis menjelaskan, Aswana pertama kali berobat pada 30 November 2009 dengan status pasien umum. Aswana datang dengan keluhan sakit pada mata kiri sehingga pandangannya kabur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aswanah kemudian datang lagi untuk berobat ke RSUD Tangerang pada 12 Februari 2010. Namun kali ini dia berstatus pasien dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Setelah diberikan obat, Aswanah diminta datang kembali pada 16 Januari. Namun hingga detik ini, yang bersangkutan tidak datang.
"Dan kami akhirnya telepon, kata anaknya, Aswanah tidak datang berobat karena takut dioperasi. Padahal dokter belum berencana melakukan operasi, hanya baru observasi," ungkap Muchlis.
Mengenai pasien Asmiyah, kata Muchlis, tidak benar telah berobat pada awal bulan Februari. Asmiyah baru berobat di RSUD Tangerang pada 12 Februari dengan status Jamkesmas. Asmiyah menderita tumor tntra abdomen dan diajurkan melakukan pemeriksaan scaning abdomen.
Asmiyah kemudian datang kembali pada 18 Februari di klinik bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, dokter merujuk pasien ke
ke poliklinik kebidanan untuk menjalani USG. Hasil pemeriksaan USG korban didiagnosis suspecf keganasan endo metrium.
"Karena itu dia disarankan melakukan pengobatan ke RSCM karena RSUD tidak punya dokter konsultan onkologi kebidanan dan keterbtasan alat perawatan," terang Muchlish.
(djo/djo)











































