"Saya kira itu ide dan gagasan bagus. Gus Dur itu sudah menjadi milik bangsa ini. Tapi saya kira semua harus dipersiapkan dengan baik," kata Lukman kepada detikcom, Rabu (24/2/2010).
Menurut mantan Menteri PDT ini, pembangunan makam Gus Dur sebagai kawasan wisata religi jangan sampai menggangu proses belajar mengajar di Ponpes Tebuireng. "Yang penting itu bisa mengamankan proses belajar anak-anak belajar di pondok. Kalau tidak diatur sedemikian rupa, penziarah yang membludak itu akan mengangu proses belajar," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai biayanya yang mencapai ratusan miliar, Lukman menilai terlalu besar. Namun jika biaya itu termasuk untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju Kecamatan Cukir, Jombang, Lukman bisa memahami.
"Kalau dana Rp 145 miliar itu untuk membangun kawasan makam saja, saya kira terlalu besar. Saya yakin kalau Gus Dur masih ada, nggak setuju kalau ada pemborosan. Tetapi kalau dana itu untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan dianggarkan beberapa tahun, mungkin saja," pungkasnya. (yid/fay)










































