Tahanan Poltabes Padang Meninggal Dunia dengan Tangan Terborgol

Tahanan Poltabes Padang Meninggal Dunia dengan Tangan Terborgol

- detikNews
Rabu, 24 Feb 2010 16:33 WIB
Padang - Tahanan Poltabes Padang, Safruddin (60), meninggal dunia, Selasa (23/2/2009) malam di Rumah Sakit Dr. M Djamil Padang dalam keadaan tangan terborgol. Keluarga korban berniat menuntut Kapoltabes Padang secara hukum.

"Kami tidak terima ayah meninggalnya dengan cara seperti. Waktu ditahan pada 3 Februari lalu beliau tidak dalam keadaan sakit. Tapi, sekarang pulang dalam keadaan seperti itu," kata Yudi Surya Saputra, 25, anak Safruddin, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (24/2/2009).

Dikatakan Yudi, korban saat ini sudah dimakamkan keluarga di kampung halamannya di Salido, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Rabu (24/2/209).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami curiga ayah mendapat perlakukan tidak wajar selama ditahan di Mapoltabes Padang. Sebab waktu memandikan jenazah ayah tadi pagi, kami melihat anggota tubuhnya memar-memar. Kuat dugaan kami beliau mendapat kekerasan ditahanan, kami akan persoalkan Poltabes Padang secara hukum," katanya.

Diceritakan Yudi, orang tuanya ditahan sejak Rabu (3/2/2009) setelah dijemput empat orang polisi ke rumahnya Jalan Kampung Nias 1 No 21 Padang sekitar pukul 16.00 WIB.

"Setelah beberapa hari di tahanan Mapoltbaes Padang, ayah mengeluh sakit di bagian perutnya dan makin hari makin parah. Hari Minggu, ayah dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara dalam keadaan tangan terborgol,โ€ ujarnya.

Menurut dia, keluarganya pernah memohon kepada polisi agar melepas borgol ayahnya ketika dirawat di rumah sakit karena kondisi tangannya yang sudah membiru. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi polisi.

Lebih lanjut, Yudi menceritakan, pada Selasa (16/2/2009) ayahnya dikembalikan ke tahanan Poltabes walaupun kesehatannya belum membaik. Pada Minggu (21/2/2009) korban kembali masuk RS dan dirawat di RSUP M Djamil Padang. Menurutnya, di RS M. Djamil korban dirawat masih dalam keadaan diborgol dan tanpa dijaga pihak kepolisian.

Kapoltabes Padang Komisaris Besar Priyo Mujihad dalam keterangan persnya di Mapoltabes Padang, Rabu (24/2/2009) membantah Safrudin mendapat kekerasan selama ditahan.

"Tersangka meninggal karena sakit radang lambung. Setelah ditahan dia sempat sakit dan kami bawa ke rumah sakit Bayangkara dan setelah itu kembali dibawa ke tahanan Poltabes. Lima hari lalu dia kembali sakit dan dibawa ke rumah sakit M Djamil sampai meninggal di sana," ujarnya.

Ditanya soal Safruddin yang meninggal dalam keadaan tangan terborgol, Priyo mengatakan, polisi tidak mau ambil risiko karenaย  kasus judi, illegal logging dan narkoba menjadi atensi utama kepolisian. Safrudin ditahan polisi karena diduga menjual togel.
(yon/djo)


Berita Terkait