Sri Mulyani: Isu Pergeseran Jabatan Tak Perlu Dibesar-besarkan

Sri Mulyani: Isu Pergeseran Jabatan Tak Perlu Dibesar-besarkan

- detikNews
Rabu, 24 Feb 2010 12:03 WIB
Sri Mulyani: Isu Pergeseran Jabatan Tak Perlu Dibesar-besarkan
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan masalah isu pergeseran jabatan dirinya dalam kabinet tidak perlu dibesar-besarkan.

"Saya rasa tidak perlu dibesar-besarkan," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan,siang ini (24/2/2010).

Menurut Sri Mulyani, permasalahan kabinet merupakan urusan Presiden. Presiden, lanjutnya, pasti memilih orang-orang dalam kabinet dengan mempertimbangkan kebaikan bagi pemerintah dan masyarakatnya.

"Kabinet itu portofolionya Bapak Presiden. Presiden mempertimbangkan yang terbaik untuk pemerintahan, untuk masyarakat luas. Jadi menunjuk seorang pejabat juga penuh pertimbangan yang sangat matang," ujarnya.

Sri Mulyani yakin pasar telah tahu kondisi sebenarnya di Indonesia ini karena semua informasi telah tersedia melalui media. Jadi mengenai isu pergeseran jabatan ini, pasar pasti akan tetap tenang.
 
"Jadi kalau spekulasi seperti itu apalagi di market, market juga tahu dengan berbagai pertimbangan, saya yakin mereka akan tetap tenang," ujarnya.

Keyakinan Sri Mulyani ini karena dirinya dan pejabat pemerintah lain merasa dijaga oleh hukum. Jadi, selagi membuat kebijakan berdasarkan hukum maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Kami dijaga oleh hukum perundang-undangan, jadi kalau sistem hukumnya memberikan kerangka kita untuk menjalankan tugas ini tetap bertanggung jawab sungguh-sungguh," tegasnya.

Sebelumnya di milis yang diikuti para pemaian saham ini, isu reshuffle memang menyebut sejumlah nama.  Sri Mulyani diplot mengganti Hatta Rajasa sebagai Menko Perkonomian, Anggito Abimanyu diplot menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Hatta Rajasa menggantikan Agung Laksono sebagai Menko Kesra, dan Agung Laksono akan ditarik menjadi Dewan Penasihat Presiden.

(dnl/asy)


Berita Terkait