Dapat KTM, Ningsih Siap Dibawa ke RSCM

Ayah Pasung Balita

Dapat KTM, Ningsih Siap Dibawa ke RSCM

- detikNews
Rabu, 24 Feb 2010 12:39 WIB
Bekasi - Setelah ramai diberitakan media massa, banyak pihak menaruh perhatian pada Ningsih (4), bocah yang dipasung ayah kandungnya, Bahtiar Angkotasan.  Termasuk pihak kelurahan tempat dia tinggal. Dalam sekejap, keluarga bocah malang itu bisa memperoleh surat keterangan tidak mampu (KTM) untuk berobat gratis.

"KTM ini merupakan salah satu syarat untuk merujuk ke Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Jadi mulai kemarin, segala biaya pengobatan Ningsih sudah dibebaskan," kata Ropi Mulyana, Lurah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2/2010).

Ropi menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan jajaran Muspida Kabupaten Bekasi terkait persoalan ini. Hasilnya, jika diperlukan mereka siap membawa Ningsing berobat ke RSCM Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya kasus ini kita juga akan mengumpulkan semua RT dan RW. Kami minta mereka mendata kondisi warganya masing-masing, termasuk mereka yang ngontrak, sehingga jika ada yang seperti ini bisa segera diketahui," ungkap Ropi.

Ningsih dipasung ayah kandungnya, Bahtiar (47), selama dua tahun. Sang ayah tega melakukan tindakan keji dengan alasan Ningsih menderita epilepsi dan sering melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri.

Ningsih selama ini memang hanya hidup bersama ayahnya yang berprofesi sebagai pengamen itu. Ibunya pergi entah kemana. Diduga kuat, wanita itu kabur karena tidak kuat lagi hidup dalam kemiskinan bersama suami dan anaknya.

Kasus ini terungkap berkat laporan warga kepada petugas Babinsa setempat. Warga tersebut tidak tega melihat derita Ningsih yang berkepanjangan. Laporan itu kemudian diteruskan ke polisi yang kemudian langsung mendatangi rumah Bahtiar.

Saat ditemukan, kondisi Ningsig sangat mengenaskan. Ia dikurung di dalam kamar terkunci dengan kondisi terikat pada tiang. Semua kegiatan, termasuk buang air kecil dan besar, dilakukan Ningsih di kamar tersebut. Segenap penderitaan itu dialami balita itu selama 2 tahun.

(djo/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads