"PPP merasa Demokrat terus terang saja, mereka kurang lihai. Untuk mengawal Golkar dan PKS saja tidak bisa. PPP menilai Demokrat kurang lihai," kata Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz kepada detikcom, Rabu (24/2/2010).
Menurut Irgan, PPP sudah berupaya untuk ikut mengawal komitmen koalisi. Tetapi karena PD tidak lihai dalam memainkan irama koalisi, hasilnya pun dinilai kurang efektif dan maksimal. Padahal untuk memback up PD, PPP dimarahi konstituen karena tidak menyebut nama pihak yang bertanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irgan mengaku banyak konstituennya yang kecewa dengan sikap PPP yang tidak menyebut nama. Tetapi, PPP sudah menjelaskan bahwa di ruang politik harus berhati-hati. Sebab, menyebut nama harusnya menjadi ruang hukum.
"Jelas (marah), pasti ada yang kecewa. Itu wajar saja. Tapi saya berfikir sikap kami objektif. DPR itu wilayah politik, kalau menyebut nama itu seharusnya wilayah hukum," tegasnya.
(yid/nrl)










































