"Saya orang miskin. Itu bukan uang saya. Itu uang gaji saya dari pemerintah (Arab Saudi). Saya bukan teroris," kata Ali di ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Ali tiba di pengadilan pukul 09.50 WIB dengan mengenakan kemeja warna pink lengan panjang dan memakai kopiah. Ali didampingi beberapa pengacaranya memasuki ruang tahanan sementara.
Ali membenarkan berasal dari Arab Saudi. Ia mengaku datang ke Indonesia untuk berobat dan beristirahat. Ia sedang sakit dan telah tua.
"Saya seorang pria yang telah tua dan dalam keadaan sakit. Saya datang ke Indonesia dengan niat untuk berobat dan beristirahat," kata Ali membacakan rilisnya di ruang tahanan.
Pria yang berbahasa Indonesia dengan terbata-bata itu merasa dizalimi dengan dituduh sebagai teroris. Ali malah mengaku menentang tindakan aksi terorisme dan melawan perbuatan aksi tersebut.
"Saya bukanlah teroris. Saya mencintai perdamaian dan berusaha mengajak manusia kepada-Nya," aku Ali.
Ali menyatakan akan sangat bersyukur jika pemerintahan Arab Saudi dan Kedubes Arab Saudi di Indonesia bisa membantu kasusnya.
(gus/iy)











































