Adalah wartawan Jason Tedjasukmana, yang menjadi koresponden untuk Time Asia menceritakan pengalaman pribadinya saat menderita sakit mata dan harus berobat ke dokter-dokter di Indonesia.
Di saat, tak ada satu dokter Indonesia pun yang bisa mendiagnosis penyakitnya, dokter Amerika bisa mengetahuinya hanya dalam 5 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi keluhan ini Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Kartono Mohammad meminta agar IDI dapat segera merespon keluhan tersebut untuk melakukan perbaikan.
"Saya menghimbau IDI lakukan tindakan perbaikan, anggap saja kritik untuk mencambuk," ujar Kartono saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/2/2010) malam.
Menurut Kartono, hal seperti ini harus dijadikan pemicu seperti kasus Prita Mulyasari yang mengeluhkan pelayanan di RS Omni Internasional. "Kasus-kasus seperti itu harusnya menjadi pemicu buat Menkes memperbaiki mutu pelayanan," kata Kartono.
Jika tidak segera diperbaiki lanjut Kartono, jangan berharap Indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam hal kesehatan. Masyarakat akan memilih ke luar negeri untuk berobat
"Sebaiknya segera diperbaiki kalau kita ingin bersaing dengan negara lain. Jangan sampai orang Indonesia berobat ke luar negeri," katanya.
Kartono juga meminta agar tidak melulu menyalahkan minimnya peralatan. Sudah seharusnya pemberi pelayanan memperbaiki mutu pelayanannya. "Indonesia sudah canggih, pemberi pelayanan yang harus diperbaiki," tandasnya. (did/mok)











































