"Berbagai cara akan kita lakukan untuk menciptakan keamanan di bandara ini, salah satunya simulasi antiteroris yang sempat tertunda-tunda, kita harapkan segera terlaksana dalam waktu dekat ini," kata Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Soekarno-Hatta Hariyanto, di Gedung Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
Simulasi yang awalnya dijadwalkan bulan ini, tertunda akibat adanya masalah yang belum jelas apa penyebabnya. Tapi ia merencanakan simulasi ini akan segera dilakukan pada pertengahan Maret 2010.
"Dari pihak kita sih sudah tidak ada masalah lagi, mungkin dari pemerintah yang mundur, tapi semoga perkiraan kita tanggal 18 Maret ini, simulasi itu bisa segera dilakukan," ujarnya.
Pihak Angkasa Pura tampaknya sudah sangat matang dalam mempersiapkan simulasi ini. Terbukti telah dibuatnya skenario yang akan dimainkan saat simulasi nanti. Simulasi ini akan diikuti oleh Kopassus, Densus 88, dan Denbravo 90 (paskas).
"Kegiatan ini nantinya juga akan dimonitoring langsung oleh Presiden, Panglima, dan Kapolri. Dengan adanya simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan bandara untuk mencegah semakin banyaknya pergerakan teroris di Inonesia," tutur Hariyanto mengakhiri pembicaraannya.
(lia/mad)











































