"Hati-hati menjelang Muktamar NU, elit parpol akan bemain di Muktamar NU. Saya melihat kecenderungan itu muncul jelang Muktamar NU. Dan ini berbahaya. Posisi NU memang sangat strategis, sehingga elit parpol berkepentingan dengan NU melalui muktamar," kata politisi senior NU yang juga mantan aktivis GP Ansor, Taufikurrahman Saleh, dalam pesan singkatnya kepada detikcom di Jakarta, Selasa
(23/2/2010).
Menurut Taufikurrahman, bila organisasi NU ingin bersih dari kepentingan politik, maka Ketua Umum PBNU yang akan datang harus bersih dari pengaruh partai politik. "Jangan sampai NU diperalat oleh kepentingan jangka pendek elit partai yang sangat pragmatis," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi seperti ini, lanjut Taufikurrahmn, kreteria Ketua Umum PBNU yang paling tepat adalah dia yang punya kemandirian dan tidak mudah 'diakali' oleh pihak yang ingin mengobok-obok NU. Dengan demikian, NU akan menjadi kekuatan civil society yang bisa, mengontrol partai dan kekuasaan di tengah demokrasi yang semu.
Taufikurrahman juga menegaskan, elit parpol sebaiknya memberikan data-data akurat tentang perkembangan berpolitikan di Indonesia. Elit politik diminta jangan malah bermain di arena muktamar yang justru membuat muktamar tidak sehat.
"Kemarin-kemarin tidak pernah datang ke kiai, tapi sekarang, karena mau Muktamar berusaha mempengaruhi kiai," pungkasnya.
(zal/rdf)











































